Duri,”matahukum.id – Setelah dilakukan penelitian oleh sejumlah tokoh Sejarawan terkemuka tingkat Nasional dari berbagai aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya, ternyata etnis tionghoa adalah bagian penting dari peradapan Nusantara Republik Indonesia.
Seperti yang di utarakan oleh Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Gunawan, SH, kepada Ketua Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA) Duri Kabupaten Bengkalis Amir Muthalib, SH dalam diskusinya bertajuk ‘”Kebangsaan”. pada momen beberapa hari yang lalu di Kota Duri.
Ketua PSMTI Gunawan, SH menyebutkan bahwa, etnis Tionghoa adalah anak bangsa yang sama derajatnya dengan etnis-etnis lainnya yang berada di bumi Nusantara ini.
Dalam diskusi tersebut Gunawan menjelaskan kepada Amir Muthalib yang bahwa, ia setelah membaca dan menela’ah sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2024 dengan judul”Sejarah Orang Tionghoa di Nusantara”. yang di tuliskan oleh Prof. Dr. Nina Herlina, M.S dan Dr. R. Tuty Nur Mutia, M.Hum juga Dr. Miftahul Falah, M.Hum serta puluhan Sejarawan lainnya disebutkan namanya dalam buku tersebut.
Lanjutnya Gunawan,”yang selama ini banyak diantara warga masyarakat yang menganggap orang Tionghoa sebagai pendatang pada beberapa ratus tahun yang silam, Padahal dalam buku sejarah tersebut sangat jelas dituliskan yang bahwa, etnis Tionghoa sudah masuk dan berada di bumi Nusantara ini sejak ratusan tahun sebelumnya,”sebut pria yang menggeluti bisnis dibidang bisnis (ILMCI) I Love My Country Indonesia.
“Seprti yang tertulis pada halaman lima (V) dalam kata sambutan Pemrakarsa Pembuatan dan Penerbitan buku sejarah Tionghoa di Nusantara oleh Dr. Djoni Toat, SH., M.M, yang membahas terkait tentang peran penting dari tokoh Tionghoa terhadap Nusantara sejak zaman Laksamana Cheng Ho dan Soe Hok Gie hingga era perjuangan pasca Kemerdekaan Indonesia.
Begitu juga hal nya yang di utarakan oleh Ketua Umum PSMTI Wilanto Tanta pada halaman tujuh (VII) dalam kata pengantarnya menyebutkan bahwa, kedatangan orang Tionghoa di tanah air ini pada awal abad ke-5 Masehi tahun 414 ketika itu masih disebut Nusantara, mereka berlayar ke Negara India dan terdampar di pulau Jawa.
Artinya” etnis Tionghoa adalah anak bangsa bagian penting dari peradapan Nusantara kita ini, oleh karena itu mari secara bersama-sama kita sonsong persamaan dan persatuan demi Indonesia yang lebih baik, mari kita ciptakan Kamtibmas di tengah-tengah masyarakat, mari kita kawal pembangunan Indonesia yang lebih maju secara bersama-sama, mari kita kawal kebijakan Pemerintah yang pro rakyat serta mengawal situasi issue politik yang menyejukkan juga menentramkan masyarakat kita dalam berkeadilan,”sebut Gunawan sambil menyerahkan sebuah buku bersampul plastik yang berjudul (Sejarah Orang Tionghoa di Nusantara) kepada Ketua Paguyuban Aceh Duri.(*/red)












