K3S Mandau Himbau Orang Tua Siswa Harus Proaktif Semangatkan Belajar Anak Di Rumah

Duri,”matahukum.id – Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring di wilayah Duri dan sekitarnya, sudah berlangsung secara fluktuatif dan berulang kali kurang lebih selama tiga bulan belakang ini akibat dampak buruk kabut asap.

Menyikapi hal tersebut, Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3S Dasar) Kecamatan Mandau Kabupatrn Bengkalis Riau Alfand Setiawan SPd., M.Pd yang juga sebagai Kepala Sekopah SDN 7 Mandau pada Senin 19 Oktober 2026 menyampaikan, terkait Indeks Kualitas Udara yang tidak menentu hari ini, akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Duri dan sekitarnya, kami sangat menyarankan atau menghimbau kepada seluruh orang tua siswa agar supaya lebih proaktif dalam menjaga kesehatan siswa di rumah dan tetap fikus dalam memberikan semangat penuh belajar di rumah dari orang tua kepada anaknya.

Namun kami juga dari pihak pengelola sekolah dasar tetap berpedoman kepada surst edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 20 Tahun 2026 Tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan. Jika kualitas udara mencapai kategori sangat tidak sehat antara 201 sampai 300 atau berbahaya di atas 300 maka pembepajaran tatap muks dihentikan sementara waktu.

Pedoman tersebut tentunya Fleksibilitas terkait Pembelajaran Jarsk Jauh (PJJ) atau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTT) ataupun Pembelajaran Tatap Muka Penuh (PTP) hal itu tergantung kepada situasi dan kondisi kualitis udara pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah sesuai informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi.

Menghadapi dampak kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap saat ini, penyerapan transfer ilmu siswa emang tidak efektif bisa disebut tidak tercapai dengan maksimal, namun hal itu tergantung kemampuan siswanya, jika hari-hari normal siswa bisa menerima transfer ilmu mencapai 85% namun dengan adanya PPJ ini tentunya bisa menurun sampai dengam 60 – 50 % penyerapannya.

Kami juga terus berkordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupatrn Bengkalis serta dengan K3S termasuk MKKS untuk terus menyiasati dalam pemenuhan kebutuhan siswa untuk tetap mengikuti pejarannya, namun waktu kami sangat terbatas, oleh karena itu kami sangat berharap kepada seluruh orang tua siswa untuk terus memantau anak-anaknya di rumah, untuk tetap memberikan semangat penuh wajib belajar di rumah dan harus menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah siswa tersebut.(mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *