Kemana Dana BOS SDN 24 Mandau Plafon Lapuk Roboh Jatuh 

Duri,”matahukum.id – Kemana dana BOS SDN 24 Mandau, tidak pergunakan untuk memperbaiki ruang kelas siswa, terlihat dibiarkan begitu saja hancur aset Pemerintah khususnya pendidikan oleh pengelola sekolah.

Berdasarkan pantauan media pada Sepasa 29 April 2025 dilapangan, pada bagian ruang kelas siswa belajar dan pada bagian teras sekolah diperkirakan plafon tersebut sudah lama hancur karena sudah kehitaman pada bagian kayu-kayu dan plafon tersebut.

Ditemuai beberapa guru di ruang majelis menyampaikan Kepala SDN 24 Mandau Mimi Salyeni Salim, S.Pd tidak berada di sekolah karena ada kegiatan di luar sekolah, “biasanya kalau ada tamu yang datang ke sekolah bisa juga ketemu pak Nico, beliau biasanya mendampingi ibuk setiap ada tamu ke sekolah.

Tidak lama berselang, datanglah seseorang yang bernama Nico Rinardo dan menyapa pemburu berita dari media matahukum.id dan menanyakan ada apa?.

Oleh penulis ini menjawab,”saya dari media pers matahukum.id ingin mewawancara kepala sekolah terkait perkembangan sekolahnya.

“Sambut Nico kembali, ibuk kepsek tidak ada di tempat sedang dinas luar, biasa saya juga mendampingi beliau setiap ada tamu yang datang ke sekolah, karena ibuk itu kurang sehat selalu sakit-sakit,” sebutnya.

Lanjut lagi oleh penulis sambut bahasa Nico, saya ingin menyampaikan satu pertanyaan kepada kepala sekolah, kenapa asat-aset sekolah tidak di perhatian oleh kepala sekolah, bukannya pemerintah sudah menyiapkan anggaran dana BOS dan sebagainya untuk menperbaiki bangunan sekolah yang rusak.

“Nanti akan saya sampaikan kepada ibuk kepsek ya pak, jawab Nico kembali, jika beliau sudah pulang ke sekolah nanti saya minta beliau menjawabnya, namun sampai berita ini di terbitlan sebagai informasi publik, pihak sekolah tidak menanggapi apa-apa, sampai saat ini publik masih bertanya-tanya kemana dana BOS dan DAK serta Dana Insentif Daerah (DID) yang bisa digunakan untuk melakukan renovasi plafon sekolah dasar tersebut, apakah dana-dana bantuan dari Pemerintah tersebut sudah di telan bumi ataupun di bawa angin puting beliung penulispun tidak tau rimbanya.(mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *