Duri,”matahukum.id – Sekolah yang pernah menorehkan prestasinya di tingkat internasional pada bidang seni, puisi, pantun, gurindam dan Syair yang tergabung dalam Perkumpulan Rumah Seni Asnur di bawah pimpinan seorang Penyair Besar Asrizal Nur, bahkan Kepala Sekolah SMPN 8 Bahtin Solapan ini, Yenni Satriani,S.Pd,M.Pd yang juga dikenal sebagai Penulis Senja Buku Pantun yang berjudul ” Suluh Pantun Cahaya Hidup”. Begitulah kiprahnya SMP Merah Jambu Duri Bathin solapan tersebut.

Pada tahun 2026 ini, SMP Merah Jambu ini juga, telah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar untuk siswa angkatan ke 9 dalam dunia pendidikan, tepatnya pada Kamis 21 Mei 2026 pagi, oleh Kepala UPT Koordinator Satuan Pendidikan SMPN 8 Bathin Solapan Yenni Satriani, SPd., M.Pd telah menyerahkan kembali sebanyak 133 orang siswa kepada orang tuanya masing-masing untuk dilanjutkan pendidikan anak-anaknya mereka ke jenjang berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah Suriaman, sejumlah tokoh masyarakat, wakil ketua komite sekolah Salman, Kepala Desa, Ketua RT dan Ketua RW, pihak kepolisian dan TNI serta ratusan para orang tua siswa yang ikut turut ambil bagian kebahagiaan dalam kegiatan pelepasan Siswa-siswi SMPN 8 Bathin Solapan Duri tersebut ini.
Kegiatan pelepasan dan penyerahan kembali kepada orang tuanya, Siswa-siswa kelas IX yang telah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar di SMP Merah Jambu ini juga mereka sebelumnya telah menunjukkan kebolehannya, keseruannya diberbagai capaian dengan berbagai aktraksi skill yang mereka miliki pada bidang studi ekstrakulikuler yang menghebohkan dan begitu gembiranya para orang tua siswanya melihat keberhasilan anak-anaknya mereka yang didukung Pentas Seni oleh siswa Kelas VII dan VIII juniornya.
Seusai para orang tua siswa menerima kembali anak-anaknya yang di serahkan oleh pihak sekolah Merah Jambu Duri, selepas makan siang atau seusai kegiatan perpisahan, para orang tua siswa secara bersama-sama dengan anak-anak mereka menuju kelapangan untuk menikmati kejutan siraman air yang disemprotkan olah mobil seperti hujan buatan dari udara sambil bersorak gembira ria sebagai ungkapan rasa syukur mereka telah menyelesaikan pendidikannya.(mir)












