Duri,”matahukum.id – Kilas sejarah warga Aceh yang yang berdomisili dan telah beranak pinak menjadi penduduk Duri Kabupaten Bengkalis Riau, setiap adanya diberikan cobaan ujian musibah meninggal dunia salah satu warganya, kerap pihak keluarganya meminta jenazah untuk dibawa pulang kekampung halamannya untuk di kebumikan di Nanggroe Aceh Darrussalam.
Mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga setiap keberangkatan pengantaran jenazah ke kampung halamannya di Aceh, beranjak dari situlah timbulnya hajad niat dari segenap pengurus paguyuban Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Duri dan Balai Pengajian Aceh Darussalam Duri serta ribuan jiwa warga Aceh Duri Bengkalis, terus berikhtiar bermujad berniat untuk bisa memiliki sebuah mobil ambulance gratis yang di kelola langsung oleh warga Aceh itu sendiri.
Panjangnya perjalanan sejarah perjuangan warga Aceh pun hampir tidak tecatat lagi oleh penulis berita, mulai dari berbagai panggung diskusi dramaturgi politik, bahkan sampai hayut tenggelamnya dalam janji-janji politik yang diberikan oleh para oknum tokoh elit, tidak sampai disitu bahkan hingga bermunajat sholat tengah malam atau seperti tiga waktu malamnya dengan harapan bisa terwujud niat untuk memiliki sebuah mobil ambulance di bawah pengelolaan paguyuban Aceh.
Alhamdulillah usahanya memang tidak sia-siakan oleh Allah, tetap membuka jalan bagi umatnya yang bersungguh-sungguh dalam berusaha, walaupun usahanya selalu dikecewakan oleh manusia lainnya.
Tibanya sebuah mobil Grand Max warna putih yang bertuliskan ambulance gratis Persatuan Masyarakat Aceh dan Balai Pengajian Aceh yang di sponsori oleh usaha mie riau di tengah-tengah masyarakat Aceh Duri, tidak sedikit warga Aceh Duri yang meneteskan air matanya keharuan sebagai ucapan terima kasih (Alhamdulillah) kepada Allah yang telah mengabulkan niat hajatnya ribuan umat manusia ini.
Dengan semangat gembiranya seluruh warga Aceh Duri, pada Sabtu 25 Juli 2026 malam sekira jam 20.00 WIB, berkumpul di balai Pengajian Aceh Darrusalam untuk melaksanakan tradisi Aceh peusijuek (tepuk tepung tawar) mobil ambulance dengan memanjatkan doa kepada Allah untuk semoga diberikan keselamatan kemudahan dan kelancaran dalam mengoperasikan kendaraan baru satu unit ambulance tersebut.
Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bahtin Solapan H. Surianto, S.HI, sejumlah Tokoh Aceh, utusan dari kepolisian, Pj. Kepala Desa Simpang Padang Nazrin, serta ratusan masyarakat Aceh lainnya.
Ketua paguyuban Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA) Duri Kabupaten Bengkalis Muhammad Nur (kulim) bersama pimpinan Balai Pengajian Aceh Darrussalam Nurdin, yang didampingi Tengku Amri dan Dedek Alamsyah, Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Baiturrahman Aceh Darrusalam H. Said Amir dan Haji Ismail Ali serta Supardika menyampaikan bahwa, mobil ambulance gratis dari paguyuban didapatkan murni dari uang pribadi warga aceh, tidak ada kaitannya dengan sponsor lainnya seperti janji politik atau bantuan dari yang lainnya.
“Mobil ambulance gratis ini tidak hanya khusus bagi untuk warga Aceh saja, namun ambulance ini juga di gratiskan bagi umat islam lainnya yang membutuhkannya, tentunya tidak terlepas dari teknis SOP yang telah di tetapkan apabila dibutuhkan membawa orang sakit atau orang meninggal ke luar daerah seperti ke Medan, ke Sumbar ataupun ke Aceh itu sendiri namun prosedure nya tetap sama bagi semua umat,”ucapnya.(mir)












