Sungai Terpanjang di Provinsi Aceh Merupakan Jalur Transportasi Utama

Aceh,”matahukum.id – Sungai ini, yang diperkirakan memiliki panjang aliran sekitar 366 km, merupakan sungai terpanjang di Aceh. Meskipun keakuratan sumber valid yang diterbitkan oleh lembaga terkait untuk memastikan panjangnya secara pasti belum dapat terverifikasi.

Namun, pengukuran menggunakan Google Maps memberikan perkiraan yang cukup masuk akal. (Jika Anda memiliki sumber yang valid, mohon informasikan). Sungai ini dikenal dengan tiga nama, yang berurutan dari muara ke hulu: Sungai Singkil, Lae Soraya, dan Lawe Alas.

Pada masa lampau, sungai ini merupakan jalur transportasi utama untuk mengangkut komoditas penting dari wilayah pedalaman hingga ke muara di Samudra Hindia, semisal kafur (kamper), kemenyan (benzoin) dan lainnya yang dipasarkan ke berbagai wilayah di dunia.

Tim Mapesa, yang terdiri dari Taqiyuddin Muhammad (ketua tim), Irfan M. Nur, Iskandar Tungang, Rifky Amrullah, Khairul Hidayat, dan Muhammad Mutawalli, telah melakukan ekspedisi selama 5 hari untuk mensurvei keberadaan situs warisan budaya dengan titik fokus pada kawasan daerah aliran sungai.

Survei awal terkait fitur bersejah di kawasan ini mencakup Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, hingga Gayo Lues.

Selama survei di Kabupaten Aceh Singkil, tim Mapesa didampingi oleh M. Yasir, tokoh muda dan pegiat budaya Singkil, serta H. Samsuir, tokoh masyarakat Singkil.

Foto-foto udara dan keterangan disediakan oleh Irfan M. Nur.

Sungai Singkil dengan view ke muara.

Sungai Singkil dengan view ke muara Singkil lama.

Muara Singkil lama.

Sungai Singkil dengan view jembatan Kilangan dan Kota Singkil.

Sungai Singkil dengan view ke Gampong Kayu Menang dan Kuala Baharu.

Sungai Singkil.

Persimpangan sungai di Pea Bumbung, Kecamatan Singkil. Pada pertemuan ini terdapat tiga cabang sungai, yaitu Simpang Kiri (Lae Soraya) di sebelah kiri, Simpang Kanan (Lae Cinendang) di sebelah kanan, dan Sungai Singkil sendiri.

Pertemuan ketiga aliran sungai ini membentuk tiga sudut daratan dengan nama-nama tertentu. Menurut H. von Rosenberg dalam sebuah artikel yang dimuat dalam jurnal “Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde” jilid III tahun 1855, penduduk setempat menamai ketiga sudut tersebut sebagai berikut:

Ujong Pamuka : Sudut yang terbentuk antara Sungai Singkil dan Simpang Kiri.

Ujong Pulu: Sudut yang terbentuk antara Simpang Kiri dan Simpang Kanan.

Ujong Baja: Sudut yang terbentuk antara Simpang Kanan dan Sungai Singkil.

 

Sumber : Fecebook Tim Mapesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *