Musibah Bencana Alam Aceh Segera Pulih Kembali

Aceh,”matahukum.id – Team Relawan dari LSM Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan bersama Team Relawan dari Balai Pengajian Aceh Darussalam Duri serta Team Relawan Persatuan Masyarakat Aceh Duri Kabupaten Bengkalis Riau, Sejak Selasa 23 Desember 2025 sampai dengan Jum’at 26 Desember 2025 mengelilingi Aceh Temiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen dalam misi kemnusiaannya membawa sembako untuk diserahkan kepada seluruh para korban yang berdampak musibah bencana alam yang belum mendapatkan bantuan dari pihak lain.

Team Relawan gabungan tersebut berada hadir dan berada di daerah musibah bencana alam Aceh, tidak hanya sekedar mengangkut dan menyerahkan bantuan bencana alam kepada para korban, namun juga tetap melakukan kewajibannya sebagai kontrol sosial untuk mendapatkan perkembangan informasi terbaru terkait situasi dan kondisi terkini terhadap kehidupan para korban tersebut.

Disisi lain,”Terkait Hutan Sumatra yang telah dibabat habis sampai Gundul sehingga ekologis rusak total akibat ulah Oknum manusia yang tidak bertanggung jawab yang telah menebang hutan Sumatra secara membabi buta.

Aktifitas tersebut sehingga mengundang siklon trofis menggulung Gunung-gunung, menimbun Sungai-sungai sehingga menenggelamkan Nanggroe Aceh Darussalam, bahkan Peristiwa musibah bencana alam tersebut yang juga di kategorikan sebagai tsunami yang kedua di wilayah Serambi Mekkah tersebut.

Fenomena hadirnya siklon trofis dari perairan pasifik laut Samudra Hindia ke wilayah Indonesia yang mampu membelah bumi pertiwi yang menimbulkan kerugian yang sangat luar biasa bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Berdasarkan hadil pantauan di lapangan dapat disampaikan informasi terkini terkait situasi dan kondisi di sejumlah daerah musibah bencana alam Sumatra khususnya daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hampir pulih kembali.

Kemudian menurut beberapa warga yang menjadi korban yang berhasil dihimpun keterangannya dilapangan menceritakan bahwa,”Asal usul munculnya banjir bandang dan lumpur longsor diakibatkan oleh kehadirakannya Siklon trofis yang menghantam puncak kawah Gunung Meriah, tepatnya di perbatasan Aceh Utara dan Takengoen Aceh Tengah, sehingga air bah dan lumpur meluluhlantakkan Desa Blang Seunoeng di Daerah Jamboe Aye, wilayah Aceh Tamiang, wilayah Aceh Timur dan Desa Bukit Meu Linteung serta Desa Reumoeh Rayeuk di Langkahan Aceh Utara.

Lalu,”Lumpur Longsor tersebut menimbun menutup Krueng Nie, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Krueng Ara Kundoe, sehingga menenggelamkan Gampoeng Reumoeh Rayeuk dan Gampoeng Bukit Meu Linteung.

Kemudian Gampung Bukit Jrat Mayang dan Gampoeng Geudembak serta Gampoeng Matang Teugoeh.

Namun,”Alhamdulillah hari ini situasi dan kondisi bencana alam sudah terkendali hampir bisa teratasi pulih kembali seperti semula, kondisi tersebut dengan dibuktikannya sudah berdiri ratusan tenda-tenda pengungsian yang mampu menampung ribuan jiwa di sepanjang jalan protokeler dan di sepanjang pinggiran Krueng Langkahan Aceh Utara.

Begitu juga dengan kondisi terkini pembangunan Jembatan Aceh Krueng Tingkiem Kuta Blang Bireun yang telah diresmikan pada Sabtu 27 Des 2025. Alhamdulillah sudah bisa dilalui oleh truck angkutan.

Untuk kedepannya, Para korban yang terdampak musibah bencana alam Aceh tersebut untuk saat ini juga sangat mengharapkan adanya bantuan makanan dan minuman serta air bersih. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *