Inovasi Dan Digitalisasi BRI Angkat Desa Ke Level Nasional

Pekanbaru,”matahukum.id – Desa Brilian adalah salah satu program pemberdayaan Desa yang diinisiasikan oleh BRI sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan Desa-desa di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Desa Sungai Meranti Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis-Riau.

“Desa ini terpilih sebagai Desa brilian karena memiliki empat komponen utama yang menjadi penilaian dalam seleksi.

Desa ini memiliki keberadaan BUMDes yang aktif, inovasi yang berkelanjutan, penerapan teknologi digital, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan.

Keempat elemen ini membentuk pondasi yang kuat untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, Hal ini disampaikan oleh Eka Marvianda selaku Branch Office Head Duri, pada Kamis 23 Januari 2025.

Sebagai bagian dari program Desa Brilian, BRI memberikan dukungan berupa pelatihan online bagi klaster nanas di desa ini.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial para petani dalam mengelola usaha mereka, serta memperkenalkan mereka pada berbagai teknologi terbaru yang dapat meningkatkan hasil pertanian mereka.

Dengan adanya pelatihan online, kapasitas dan kapabilitas manajemen Desa meningkat.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan kepada petani, tetapi juga memberikan pendampingan secara langsung kepada Desa-desa terpilih.

Dampaknya, tingkat kesejahteraan masyarakat Desa turut meningkat seiring dengan peningkatan hasil pertanian yang lebih optimal dan pengelolaan yang lebih baik.

“Saat ini, ada 64 petani yang tergabung dalam klaster nanas di Desa ini.

Mereka merupakan bagian dari upaya besar untuk memajukan sektor pertanian di Desa melalui pemberdayaan yang berbasis pada teknologi dan manajemen yang lebih efisien, ujarnya.”

Klaster nanas Desa ini memanfaatkan platform digital untuk pemasaran produk mereka.

Digital marketing menjadi salah satu strategi utama yang digunakan untuk mempromosikan hasil pertanian nanas, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing produk nanas dari Desa ini.

Lanjut Eka menjelaskan, inovasi teknologi yang diterapkan dalam program Desa Brilian ini antara lain penggunaan QRIS untuk pembayaran digital, aplikasi BRILink untuk mempermudah transaksi, serta platform localoka dan PARI untuk memfasilitasi pemasaran dan distribusi produk secara lebih efisien.

Rencana pengembangan klaster nanas ini ke depannya adalah melakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan bahwa petani terus berkembang dalam mengelola usaha mereka.

Pendampingan ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial dan pengembangan pasar yang lebih luas.

Produk nanas dari Desa ini telah memasuki pasar nasional, dengan adanya offtaker di Jakarta, Subang, dan Kota-kota lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa produk dari klaster nanas ini sudah memiliki daya saing yang baik di pasar,”sebutnya lagi.(Brimo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *