Ditangan Siti Aisyah Lah SDN 31 Mandau Hancur Lebur Ambruk Dan Roboh 

Duri,”matahukum.id – Sekolah di kompleks SD center Duri Kecamatan Mandau dulunya dijadikan sebagai sekolah favorit bagi sebagian masyarakat, mengingat sekolah di kompleks SD center tersebut dibangun dua tingkat dengan berbentuk segi empat sudut untuk empat sekolah, dan di jaga oleh satu orang security karena gerbang sekolah hanya satu pintu walaupun didalamnya terdapat empat satuan sekolah dasar yang beraktifitas.

Untuk saat sekarang ini salah satu sekolah SDN 31 Mandau yang di kepalai oleh seorang perempuan yang bernama Siti Asyiah dan berkantor Kepala Sekolah nya di lantai dua atas sudut utara di kompleks SD center Duri tersebut.

Naah,,,! Sejak ditangan Siti Aisyah lah sekolah SDN 31 Mandau tersebut sudah hancur lebur roboh dan ambruk di beberapa ruangan kelas siswa dan di ruangan majelis guru. “apakah Siti Aisyah sebagai kepala sekolah, tidak sadar dan tidak mengerti bahwa sekolah itu dipertanggungjawabkan oleh pemerintah kepadanya, dan harus di jaga, harus dirawat serta harus di renofasi jika adanya kerusakan dibagian sekolah, bahkan pemerintah juga sudah menyiapkan dana BOS, dari dana BOS sebesar 30% harus dipergunakan untuk renofasi sekolah yang rusak, demi kenyamanan dan kelancaran system belajar mengajar di sekolahnya. “hal itu pun penulis tidak tau kira-kira apalah yang ada di dalam pikiran seorang Siti Aisyah dalam mengelola sekolah dan melihat kondisi sekolah yang sudah ambruk, roboh dan hancur di depan matanya sendiri.

Dikonfirmssi Kepala UPT Koordinator Satuan Pendidikan SDN 31 Mandau Siti Aisyah,S.Pd.SD pada Kamis 8 Mei 2025 tidak meresponnya, seolah-olah dibiarkan begitu saja sekolah tersebut hancur, ambruk dan roboh, mungkin mandset dia seorang kepala sekolah hanya menunggu gaji, tunjangan jabatan dan pencairan dana BOS setiap periodenya saja, namun hal itu juga penulis tidak tau pasti apakah benar begitu atau tidak, sampai berita ini di publis menjadi informasi publik, Siti Aisyah enggan me-responnya.

Dimintai salah satu Anggota DPRD komisi IV Kabupaten Bengkalis asal pemilihan Kecamatan Mandau, Saproni Untung, SH., MH Mengatakan, kami akan segera memanggil pihak Dinas Pendidikan Bengkalis untuk di dengarkan penjelasannya dan meminta pertanggung jawabannya sebagai orang nomor satu di dunia pendidikan khususnya Kabupaten Bengkalis ini,”Insllaah kita follup nanti, Ok siap bang nanti kita bahas dengan komisi 4 agar segara di tindaklajuti, dan akan kita tindaklanjuti segera bang, Nanti kita cek dan kita minta keterengan dari dinas aja bang ya,”sebut Saproni lagi dengan geramnya mendengar kondisi sekolah yang seperti ini.(mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *