PT Ivo Mas Tunggal Dorong Kemandirian Pembudidaya Ikan melalui Pelatihan Pakan Alternatif dan Produk Olahan

KANDIS – SIAK – RIAU – MATAHUKUM.ID – PT Ivo Mas Tunggal kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Community Learning Center (CLC) bertajuk “Pembuatan Pakan Alternatif dan Diversifikasi Produk Olahan Ikan Air Tawar”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Juli 2026 ini merupakan bagian dari program Community Economic Empowerment yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan air tawar agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dalam implementasinya, PT Ivo Mas Tunggal turut menggandeng SKELAS (Sentra Kreatif Lestari Siak), sebuah lembaga perkumpulan berisi anak muda potensial Siak yang menghubungkan para pelaku usaha lokal, komunitas, dan lembaga sosial di Kabupaten Siak dalam satu jaringan yang saling mendukung.

SKELAS hadir sebagai ruang bertumbuh bagi pelaku usaha kreatif lestari dengan menyediakan akses terhadap peningkatan kapasitas, jaringan pasar, pendanaan, dan peluang kolaborasi.

Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari kelompok tani dan pembudidaya ikan di Kecamatan Kandis.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Camat Kandis, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Telaga Sam-sam, Penyuluh Perikanan Kecamatan Kandis, Dharma Wanita PT Ivo Mas Tunggal, serta komunitas pembudidaya ikan air tawar yang tergabung dalam Ekosistem ARUNA (Asosiasi Ruang Usaha Perikanan Air Tawar) Siak, yakni wadah kolaboratif inisiasi PT Ivo Mas Tunggal.

Adanya ekosistem ini bertujuan untuk menghubungkan seluruh tahapan usaha perikanan, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas kelompok, proses budidaya, hingga pemasaran hasil panen agar dapat berjalan lebih efisien.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi wujud sinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami sangat mengapresiasi peran PT Ivo Mas Tunggal yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkuat kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Kandis.

Program ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pembudidaya agar menghasilkan produk bernilai tambah, serta membantu mengefisienkan operasional usaha lewat produk pakan alternatif”, pungkas Said Irwan selaku Camat Kandis dalam sambutannya.

Selama pelatihan, peserta dibekali empat kompetensi utama, yaitu teknik pembuatan pakan alternatif, penggunaan mesin pencetak pakan, pengolahan produk ikan dengan berbagai varian olahan, serta strategi packaging dan branding untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Seluruh materi disampaikan melalui kombinasi sesi teori dan praktik sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung interaktif dengan puluhan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya minat masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.

Ketua Kelompok Brothers Farm, Selamat Risky Tarigan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan baku pakan mandiri sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana memanfaatkan limbah lokal menjadi pakan mandiri, sekaligus memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam usaha budidaya ikan. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar para pembudidaya semakin berkembang,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, PT Ivo Mas Tunggal bersama Ekosistem Aruna Siak telah menyusun rencana pengembangan produksi pakan alternatif, mulai dari penyediaan bahan replikasi, uji formulasi, penunjukan pengelola unit produksi, hingga penyusunan kerja sama pemanfaatan mesin produksi.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan program sekaligus memperkuat kemandirian kelompok usaha perikanan di Kabupaten Siak.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Yolanda Ica, menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, Perusahaan juga tengah mendorong penerapan model Inclusive Closed Loop, yakni ekosistem kemitraan yang menghubungkan pembudidaya, pengolah, pengepul, koperasi, hingga perusahaan dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.

“Melalui model ini, hasil budidaya masyarakat memiliki kepastian pasar, distribusi yang lebih efisien, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha di dalam ekosistem,” jelas Yolanda.

Melalui penyelenggaraan Community Learning Center, PT Ivo Mas Tunggal menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, Perusahaan meyakini bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal merupakan pondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Sumber: PT. Ivomas Tunggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *