Duri,”matahukum.id – Sejumlah perusahaan raksasa dunia terus menyedot hasil minyak bumi di Kota Duri Kabupaten Bengkalis Riau, dimulai dari PT. Caltex, kemudian oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) lalu beralih pengelolaannya kepada PT. Pertamini Hulu Rokan (PHR) yang saat ini sedang memeras secara besar-besaran minyak bumi Riau ini.
Namun kondisi dunia pendidikan di Kota Duri hari ini sangat memprihatinkan para generasi harapan bangsa Siswa-siswi SDN 22 Mandau tersebut, di ibaratkan seperti anak yatim piatu yang tidak ada tempat mengadu bahkan para Siswa-siswi tersebutpun sepertinya luput dari perhatian pemangku kebijakan penguasa negeri ini.
Yang katanya Kota Duri Bengkalis ini sebagai daerah penghasil minyak bumi terbesar, dan yang juga sebagai daerah penopang APBN Indonesia, Pendapatan Negara dan daerah juga bertumpu pada kegiatan produksi ladang minyak bumi di wilayah kerja Kota Duri tersebut.
Namun kondisi hari ini warganya sangat memprihatikan, baik dibidang pendidikan, pembangunan, ekonomi, sosial lingkungan maupun politik, tidak mencerminkan sebagai warga masyarakat kota penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia.
Padahal letaknya kota Duri pun sangat strategis, hanya berjarak sekitar lebih kurang 130 KM dari Pekanbaru, ibu kotanya Provinsi Riau.
Ketika kita melihat dunia pendidikan peristiwa yang di alami oleh Siswa-siswi SDN 22 Mandau tersebut, mereka yang harus menumpang di sekolah swasta untuk bisa mengikuti kegiatan TKA tahun ajaran 2026/2027 ini, hal itu, seolah-olah Pemerintah Daerah dan pusat tidak berdaya dalam membantu memenuhi perlengkapan sarana dan prasarana kebutuhan Siswa dalam program TKA tersebut.
Sedangkan program pelaksanaan kegiatan tes kemampuan akademik Sekolah Dasar (TKA-SD) itu sendiri adalah program dari Kemendikdasmen Republik Indonesia yang harus di ikuti oleh seluruh siswa.
Dikonfirmasi Kepala Unit Pelaksana Teknis Koordinator Satuan Pendidikan SDN 22 Mandau, pada Kamis 23 April 2026 Siti Rostima, S.Pd., M.Pd membenarkan bahwa siswanya harus menumpang di sekolah swasta untuk dapat mengikuti kegiatan TKA tersebut, bahkan harus menunggu sampai siang hari untuk bisa dapat melaksanakannya ujian TKA yang telah di luncurkan programkan nya oleh Kemendikdasmen, karena di pagi hari pun Siswa-siswi sekolah swasta tersebut mereka sendiri juga melaksanakan kegiatan TKA di sekolahnya.(mir)












